Oleh: ro3d7 | Mei 13, 2008

Demi Masa Depan Anak Bangsa

Demi Masa Depan Anak Bangsa

(kajian kritis di lingkungan sekolah)

Sebelum tulisan ini terurai, barangkali muncul satu pertanyaan mendasar, kenapa yang dibahas hanya lingkungan sekolah sehingga itu akan mengkerdilkan dunia pendidikan. Ungkapan ini barangkali ada benarnya juga tapi pada tulisan kali ini saya ingin mengatakan bahwa mereka adalah ujung tombak masa depan anak bangsa. Ada atau tidak adanya bantuan, sekolah HARUS memaksakan dirinya melakukan proses pengajaran, pelayanan, pembimbingan kepada anak didiknya.

Undang-Undang Dasar mengamanatkan dengan jelas dalam pasal 31 ayat 1 yang berbunyi ” Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Hal ini menjadi dasar pada gerak langkah kita, walau UU pasal 31 ayat 2 menegaskan bahwa pemerintah harus membiayai pendidikan dasar, namun jangan terlena dengan pasal ini. Kita harus tetap memiliki jiwa berdikari, tidak tergantung apalagi sampai memohon dan merengek serta diam terpaku bila pemerintah tidak bisa membantu. Pemerintah hanyalah sekumpulan manusia biasa, mereka punya keterbatasan, mau memberikan apalagi, kalau sudah tidak ada lagi yang bisa diberikan.

Manajemen Berbasis Sekolah

MBS mempunyai wewenang untuk mengelola dirinya sendiri. Pengelolaan sekolah ini dijalankan dengan asas partisipasi, transparansi dan akuntabilitas. Artinya dalam pengelolan sekolah, Dewan Pendidik, khususnya Kepala Sekolah bekerja sama dengan masyarakat sekolah. Oleh sebab itu diperlukan wadah yang bisa dipakai oleh masyarakat sekolah untuk mengemban amanat tersebut. Wadah tersebut adalah komite sekolah.

Komite Sekolah dibentuk sebagai amanat UU Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) 2000 – 2004, termasuk di dalamnya program pembangunan pendidikan nasional, dan telah dijabarkan dalam Kepmendiknas Nomor 044/U/2002. Kedudukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah menjadi lebih kuat karena telah diatur dalam Pasal 56 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Komite Sekolah dibentuk sebagai wadah peran serta masyarakat untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Komite Sekolah memiliki empat peran sebagai: (1) advisory agency, (2) supporting agency, (3) controlling agency, dan (4) mediator antara sekolah dengan masyarakat.

Melihat empat peran komite sekolah, kita bisa menilai bahwa empat peran ini akan menopang keberjalanan dan mutu pendidikan. Akan terjadi keseimbangan peran, antara peran sekolah sebagai lembaga pendidik dan masyarakat sebagai konsumen pendidikan. Semuanya akan ditanggung bersama untuk kemajuan bersama.

Sekolah dan Masyarakat, dalam hal ini kepala sekolah, guru dan komite sekolah akan duduk bersama membuat Rencana Kerja Sekolah, sama-sama memikirkan sumber dana untuk membiaya semua kegiatan yang telah direncanakan. Sinergitas ini akan membawa pendidikan bangsa ini ke alam kemandirian, maju dan bersinar demi anak-anak bangsa.

Monitoring dan Evaluasi

Monev mandiri (Self Monitoring and evaluation) sebenarnya akan lebih terjaga konsistensi dan kesadarannya. Sekolah dan Komite Sekolah saling mealkukan Monev dengan tujuan saling mengingatkan dan memebrikan motivasi dalam arti positif. Dilain pihak, pemerintah (dari muali daerah sampai dengan pusat) tidak tinggal diam, tidak henti-hentinya melakukan kontrol (MONEV) akan keberlangsungan MBS ini.

Akhirnya semua ini tidak akan terlepas dari mental dan budaya kerja bangsa ini, budaya untuk berjuang, mandiri, berdikari dan mengembangkan potensi untuk masa depan anak bangsa. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: