Oleh: ro3d7 | Februari 11, 2009

Perpustakaan & Tenaga kepustakaan (permen No 25 tahun 2008)

Ada pepatah yang dulu sering saya dengar, “buku gudangna elmu, maca koncina”. Kalau kita simpulkan dari sudut kependidikan, berarti di setiap sekolah/madrasah harus menyediakan perpustakaan. Karena disanalah buku tertumpuk dengan rapi. Lah.. bagaimana kita bisa membaca kalau bukunya ndak ada, kalau tempatnya juga ngak ada.

Hadirnya permen no. 25 tahun 2008 menjadi salah bukti nyata pemerintah serius mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai amanat dari undang-undang yang juga telah ditetapkan dalam Standar Minimal Pelayanan Pendidikan. Hal ini harus disikapi oleh semua sekolah/madrasah yang belum memiliki perpustakaan untuk memasukkan perpustakaan pada Rencana Kerja Sekolahnya masing-masing. Sekali lagi menjadi wajib..!!

Tentu saja, perpustakaan tanpa pustakawan bagai kapal tanpa pilot, pasti tanpa arah. Maka ini menjadi program paket, adanya perpustakaan membutuhkan seorang pustakawan. Maka dibutuhkan pustakawan yang bisa mewujudkan amanat undang-undang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menjadikan buku sebagai satu sumber  yang dicintai oleh anak sehingga buku menjadi ilmu karena dibaca yang diwadahi oleh peran perpustakaan dikarenakan nahkoda kapal (putakawan) yang profesional.

Bravo Perpustakaan dan Pustkawan Indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: