Oleh: ro3d7 | April 20, 2009

[For my friends] : Educational Technology on Basic Education

Educational Technology on Basic Education

Banyak Tantangan yang dihadapi bangsa ini, salah satunya tantangan untuk mengimplemetasikan amanat Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 31 bahwa Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran dan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang, yang diperjelas dengan UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 yaitu Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar, dipertegas oleh PP No. 47 tahun 2008 bahwa Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah daerah. Terselenggaranya proses pendidikan ini tidak boleh lepas dari tiga (3 ) pilar penting Pendidikan sebagai standar sehingga kualitas pendidikan indonesia lebih baik dari masa ke masa. Untuk ini diperlukan kekuatan desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian. Kita dilatih untuk melakukan ini dalam banyak mata kuliah kita, sehingga dalam penerapannya bisa kita gunakan dalam menganalisis Akses, Mutu dan Tata Kelola Pendidikan baik dalam level makro maupun mikro..

NGO – Non Goverment Organization.

Banyak upaya pemerintah dalam memenuhi amanat Undang-undang dalam pengentasan Wajib Belajar, salah satunya melalui kerjasama dengan berbagai Lembaga Swadaya baik dalam maupun luar negeri yang menyediakan peluang bagi kita untuk bisa berkontribusi di dalamnya, menjadi bagian yang mengetengahkan solusi dalam potret dunia pendidikan bangsa Indonesia (penulis saat ini tergabung dalam program Decentralized Basic Education (DBE)). Ketika terjun dalam dunia profesional, semuanya ilmu kita akan semakin terasah, dimulai dari bahan dasar yang telah kita pelajari di bangku kuliah. Misalnya ketika kita menerapkan teori A (Audience) B (Behaviour) C (Condition) D (Degree) dalam setiap kegiatan pelatihan baik tingkat makro misalnya Dinas Pendidikan maupun mikro misalnya sekolah sehingga pelatihan bisa efektif dan efisien, sedangkan dalam bidang media yang terasakan sampai saat ini lebih dalam sisi komunikasi, seperti yang maswell katakan communication is who syas what to whom in what channel with what effect, intinya bagaimana pesan, dalam hal ini hasil yang telah kita capai bisa terkomunikasikan secara tepat kepada masyarakat sehingga tidak terjadi misscommunication. Dunia Kampus, dunia teknologi pendidikan, sadar atau tidak sadar mengarahkan bahkan membentuk kita untuk siap dalam semua medan, apalagi bila diperkuat dengan keaktifan kita dalam berorganisasi. Jangan meremehkan matakuliah manapun, karena didalamnya terdapat adonan yang akan kita perlukan dan gunakan dimasa mendatang. Jangan ragu untuk mengasah dan mendalami semuanya.

Say “Hello with smile”

Semua kemampuan yang dimiliki, we can say “oustanding knowledge” yang telah kita pelajari walaupun ada yang mendalam, ada yang ditengah atau bahkan hanya dipermukaan saja tidak akan bisa terlihat bila tersembunyi di pasaran. “ Tong kurung batokeun” kata istilah sunda, silaturahmi lah, perintah agama islam, bangun networking maka mutiara itu akan terlihat dengan jelas. Jangan takut apalagi merendahkan diri, rizki anda menunggu untuk dijemput, maka jemputlah dengan kekuatan yang tersimpan luarbiasa dalam diri Anda. So says hello to the world with your deep smile… Goodluck.


Responses

  1. hmmm, tulisan yang menarik dan inspiratif…

    you are invited to visit:

    http://catatan-guru.bogspot.com

    rudi : Makasih pa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: