Oleh: ro3d7 | Juli 6, 2010

BINA INSAN MULIA[1]

Ada Tiga (3) unsur kata yang tersusun dalam judul di atas, yaitu BINA, kemudian INSAN, dan MULIA[2]. Bila kita bahas secara filosofis akang sangat panjang, namun sesungguhnya penulis berharap judul ini bisa merepresentasikan kegalaun batin dalam menyikapi peristiwa dunia di akhir zaman ini. Kami berharap program ini bisa menjadi salah satu solusi menghadapi serangan-serangan brutal syaitonir-rojim[3] yang semakin merajalela.

Ide dasar program ini, berawal ketika si imut, si soleh, si pinter Muhammad Sabyl el-Azizy, kemudian menyusul adiknya Muhammad Hikam Al-khawarzmy lahir ke dunia yang fana ini. Senang bercampur cemas, senang karena Alloh masih memberikan kesempatan bagi hambaNya untuk beramal, menyimpan tabungan-tabungan kesalehan pada kedua putra kami. Cemas, apakah kami akan tetap istiqomah, akankah, anak-anak kami mampu menghadapi tantangan zaman yang kian menghadang. Di atas kerendahan hati di hadapan sang pencipta alam, Diawali dengan silaturahim kami dengan teman-teman soleh[4], guru-guru yang santun, dan termenung, melakukan kajian secara pribadi dan bersama, yang akhirnya kami sepakat, harus ada sesuatu yang dilakukan untuk menghadapi tantangan zaman, melawan serang-serangan brutal syaitonir-rojiim, dengan izin Alloh SWT, tercetuslah program BINA INSAN MULIA.

Program ini, merupakan bagian dari niat dan keinginan untuk menciptakan generasi yang bisa menjawab bahkan menjadi solusi di era sekarang, dan yang akan dating. Kami, bersama-sama memetakan program ini dalam 3 cakupan, yaitu :

  1. Membentuk Generasi Cinta Alquran
  2. Membentuk Generasi Ilmiah Mulia.
  3. Membentuk Muzakki[5] produktif.

Untuk yang pertama, Membentuk Generasi Cinta Al-quran…

Kami meyakini bahwa, solusi mujarab bagi semua penyakit yang ada di dunia ini, adalah alquran. Dewasa ini bisa kita hitung dengan jari, anak-anak muda yang sehari-harinya bergelut dengan alquran, atau bahasa sederhananya yang tiap magrib, ngaji bersama-sama di surau-surau sehingga setiap surau, terdengar tawa canda anak-anak di sela-sela ngajinya.

Generasi Cinta Alquran ini, menurut rumus yang menciptakan dunia ini, akan menjadi penyelamat, pemelihara dunia ini, karena generasi pecinta alquran akan membawa sinar terang akhlak mulia alquran yang menjadi penyejuk di tengah rasa haus yang melanda hamper separuh bumi.

Program yang sedang dan insya alloh akan kami usung adalah Program Training bahasa Arab dan tahfidz Alquran Juz 30.

Untuk yang kedua, Membentuk Generasi Ilmiah Mulia…

Generasi mendatang, tidak boleh hanya diidentikkan dengan sarung dan kitab kuning yang sudah kumal, tapi juga dibutuhkan seorang pribadi yang edukatif dan ilmiah. Potensi-potensi kreativitas dan produktifitasnya menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan ummat dewasa ini yang di dasari cahaya quran sehingga muncul generasi-generasi Ilmiah mulia.

Program yang tengah di usung adalah Program Pesantren Bimbingan belajar yang insya alloh akan menjadi gerbang yang mengantarkan pemuda-pemudi islam menuju cita, harapan sesuai potensi.

Untuk yang ketiga, Membentuk Muzakki produktif…

Anfus wal-amwal (diri dan harta), adalah dua hal yang tidak bisa terpisah. Adanya mustahiq[6] adalah gambaran keadilan islam, sehingga antara yang punya bisa berbagi dengan yang papa. Program Membentuk Muzakki produktif ini berikhtiar membentuk pemuda-pemudi islam muzakki yang siap menjadi kaum yang menolong yang papa dan tangannya senantiasa berada di atas untuk membantu saudara-saudara-saudaranya yang lain.

Program yang tengah di usung adalah Program Pesantren Peningkatan Ekonomi Ummat (P2EU), muzakki mulia.

PENDANAAN PROGRAM

Awal mulanya, pendanaan untuk kegiatan di atas, sangat sederhana. Bermula dari kumpulan infak beberapa orang, keluarga yang telah terbiasa berinfak rutinan, kemudian infak ini di kumpulkan untuk membiayai  program.

Seiring banyaknya masukan dan ide yang berkembang dengan harapan bisa membantu ummat/masyarakat secara lebih luas, maka program Bina Insan Mulia, mulai mengajak sahabat-sahabat, keluarga-keluarga yang merasa belum secara optimal menyalurkan infaq bulanannya, yang kemudian program pengumpulan dana ini kami beri nama Infak Ummat Produktif.

PENUTUP

Akhirnya, kami hanya bisa berencana, berikhtiar optimal dan menyerahkan semuanya kepada Alloh SWT, dengan harapan semua aktivitas ini menjadi langkah yang diridloi Alloh SWT, dan tabungan kita bersama di akhirat, sehingga setidaknya kita bisa berkata “ Kami telah berusaha dan berikhtiar Ya Alloh”.

Menuju Sekolah Bina Insan Mulia 2025[7]

Program Manager,

Rudi Sopiana[8]


[1] Ditulis oleh Rudi Sopiana Ependi

[2] Silakan di perkaya dengan membaca QS 4 : 9; 59 : 17-18

[3] Syaitan yang terkutuk. Syaitan dalam bahasan ini lebih spesifik adalah syaitan dari jenis manusia. Syaitan adalah karakter ingkar kepada Alloh SWT.

[4] Istriku tercinta, anak-anaku, angga, anwar, ilen, hendi, tedi, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu

[5] Muzakki : orang yang wajib memberikan zakat

[6] Mustahiq : Orang yang berhak menerima zakat

[7] Visi kami adalah mendirikan sekolah sebagai lembaga pembinaan untuk ummat, dari ummat untuk kemaslahatan bangsa, Negara dan dunia ini

[8] Saat ini bekerja sebagai konsultan pendidikan, Fasilitator Manajemen dan Governance, spesifik dalam Manajemen Sarana prasarana Sekolah dan perawatannya, Fasilitator Rencana Kerja Sekolah integrasi Sistem database Sekolah dan Pengadministrasian Biaya Operasional Sekolah.


Responses

  1. Alahamdullilah
    Nice words


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: