Oleh: ro3d7 | Juli 6, 2010

FORUM MULTISTAKEHOLDER SARANA PRASARANA KABUPATEN KARAWANG

Dengan latar belakang , Pengelolaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) pendidikan di tingkat sekolah belum tertangani secara baik , Hasil Penilaian BPK dengan Predikat WDP (Wajar Dengan Pengecualian) sebesar 350 Milyar hanya untuk SKPD Dinas Pendidikan , Kebutuhan pengelolaan sarpras pendidikan di sekolah sesuai dengan Permendagri 17 tahun 2007, Pemenuhan standar sarpras sesuai dengan Permendiknas No. 24 tahun 2007 dan Memahami pentingnya pemeliharaan dan perawatan sarpras sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang bersama dengan DBE 1 melakukan kerja sama Manajemen Sarana Prasarana Sekolah dengan tahapan Resosialisasi dengan Dinas Pendidikan, TOT Manajemen Aset tingkat kabupaten selama 2 hari, Training Manajemen Aset tingkat sekolah selama 2 hari, Pendampingan sekolah sejumlah 3 kali, Training Manajemen Aset kabupaten (agregasi aset sekolah di level kecamatan dan kabupaten) (2 hari), Pendampingan kabupaten (2 hari) dilanjutkan dengan diseminasi di 3 kecamatan dengan jumlah 98 sd/MI, kemduian agreragasi level kecamatan dan kabupaten untuk sekolah-sekolah diseminasi yang kemudian di akhiri oleh Workshop dengan stakeholder Kabupaten (1 hari) pada tanggal 23 juni 2010.

Kegiatan Workshop Multistakeholder manajemen sarana parasarana ini mencoba menyampaikan hasil pelatihan sarana prasana baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat sekolah kepada pemangku kebijakan dari berbagai unsure. Niat baik ini disambut dengan hadirnya Bupati yang mewakilkan pada Sekretaris Daerah. Melalui sambutan yang di bacakan sekda, beliau mengatakan bahwa inventarisir asset daerah menjadi salah satu program prioritas di kabupaten karawang, diantaranya belum tertibnya penataan dan administrasi sarana prasana di sekolah-sekolah, sehingga banyak aser tetap yang berada di sekolah belum terekam laporannya yang menyumbangkan label WDP dalam pemeriksaaan BPK th 2007. Bupati pun berharap, manajemen asset ini bisa selaras dengan BPKP perwakilan jawa barat serta menghasilkan berbagai hal yang bermanfaat baik bagi para stakeholder sendiri maupun bagi upaya peningkatan manajemen asset di seluruh wilayah kabupaten karawang.

Dalam kesempatan ini pun, kepala Dinas yang mewakilkan pada sekretaris dinas, dalam pengantarnya mengharapkan program ini dapat diseminasikan pada 27 kecamatan lainnya dengan meminta Bappeda untuk menganggarkan pada tahun anggaran 2011, karena selain dinas terbantu dengan inventarisi yang cepat melalui SIMA juga secara cepat dapat mengetahui total dari setiap asset yang dimiliki yang kemudian bisa dirinci sampai pada tingkat sekolah.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang merupakan hasil dari tahapan pelatihan permendagri no 17 th 2007 dan permendiknas 24 th 2007, yang disampaikan oleh Koordinator pengurus barang level kabupaten yang dibantu oleh kepala UPTD Karawang Timur.

Unsur lain yang hadir dan memberikan apresiasi positif adalah kepala bappeda, Ketua Komisi D DPRD, Ketua Dewan Pendidikan, Humas PEMDA Karawang, Kabid Dikdas, Perwakilan dari Kasi Sarpras, Kasi Kelembagaan, Unsur Press dari Karawang TV, kepala UPTD, Para pengurus barang level kecamatan. dan para kepala sekolah dari 30 kecamatan (karawang timur, talagasari dan rengasdengklok).

Kepala Bappeda mengapresiasi dan berharap kegiatan ini bisa diselaraskan dengan kegiatan SIMDA Daerah, sehingga SIMA yang dikembangkan DBE 1 bisa menjadi jembatan untuk menginventarisir asset pemerintah daerah yang ada disekolah. Tidak jauh berbeda dengan Kepala bappeda, Pa Nanda Suhanda selaku ketua Komisi D DPRD, mengungkapkan hal yang sama, malah beliau berharap bahwa data-data Asset daerah yang telah di inventarisir melalui SIMA bisa di tembuskan kepada Komisi D DPRD Kab. Karawang.

Pada kesempatan ini pun, kepala sekolah, secara langsung menceritakan temuan-temuan mereka, terutama masalah lahan yang kepemilikannya masih belum jelas, secara langsung kepada Ketua Komisi D DPRD, dan akan ditembuskan pada Komisi A.

Dari kegiatan workshop ini, Salah satu kesimpulan para peserta setelah pemaparan materi berlangsung adalah terbentuknya ide, gagasan,  pandangan yang sama mengenai kebermanfaatan program manajemen sarana parasana sekolah yang kemudian berharap bisa ditularkan pada sekolah-sekolah lainnya di kabupaten karawang.


Responses

  1. Kenyataan yang ada banyak sekolah2 yang belum tahu prosedur pengajuan untuk memperoleh dana sarpras dari pemerintah, akibatnya dana tersebut hanya bisa dinikmati oleh sekolah2 yang dekat dengan pejabat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: